Begitu juga dengan Sharon. Diusianya yang sudah 1/4 abad alias 25 tahun sudah merupakan usia ideal untuk menikah.
Teman sepermainannya sudah ada yang menikah bahkan mempunyai anak. Kalau berkumpul paling banter omongan yang keluar adalah rencana pernikahan dari teman - temannya. Dan Sharon hanya bisa menyumbang tawa.
Sharon memang mempunyai mimpi dan konsep sendiri dengan pernikahan dan hidup berumah tangga. Cita - citanya saat berusia 25 tahun dia tinggal di sebuah rumah mungil dengan halaman yang luas dengan bernuansa kayu, dimana terdapat kolam ikan dan gemercik air yang mengalir yang membuat sejuk. Membayangkan saat pulang ke rumah menyambut suaminya dengan senyuman dan bersama menghabiskan malam untuk bercerita dalam kehangatan.
Bukan hanya itu Sharon juga membayangkan kehadiran buah hati untuk kelengkapan keluarganya. Dua anak saja katanya laki - laki dan perempuan.
Itu cita - cita Sharon, lebih tepatnya cita - cita terpendam Sharon. Ada yang lebih dari pemikiran ideal Sharon tentang pernikahan yaitu pikiran liberal yang berbeda.
Melihat pahitnya contoh2 kehidupan rumah tangga yang ada, terlintas di pikiran Sharon saat beranjak remaja, lebih baik tidak menikah tapi bahagia. Bukan berarti Sharon tidak ingin memliki anak. Konsep anak didalam pemikiran liberal Sharon tidak perlu adanya ikatan pernikahan dan yang dibutuhkan hanya komitmen untuk saling percaya, menjaga dan mencintai.
Untuk apa pernikahan yang diikat didalam hukum agama, hukum negara tapi tidak mempunyai cinta atau komitmen, bukan tidak punya tapi bisa lama menjadi luntur dan hilang hanya ada sisa kewajiban.
Sharon bukannya takut untuk menikah tapi dia takut untuk ditinggalkan atau pernikahan itu tidak seindah seperti yang pernah dia bayangkan.
Saat ini Sharon mempunyai hubungan dengan orang yang lebih dewasa dari dirinya. Laki - laki itu bernama Rendy.
Rendy adalah teman kerja Sharon dulu. Rendy merupakan sosok laki - laki yang sesuai dengan Sharon, mampu menjadi kekasih yang baik dan penyayang, menjadi kakak yang menjaga, menjadi bapak yang dewasa, dan juga dapat menjadi teman bagi Sharon.
Rendy bukanlah laki - laki pertama yang ada di hati Sharon. Namun ada sesuatu yang menbuat Sharon bergetar sejak pertama kali bertemu Rendy di kala sore itu.
Rendy mampu membuat Sharon jatuh cinta dan tergila - gila padanya, dengan sifat Rendy yang posesif dan protektif Sharon dapat merasa nyaman. Rendy mampu mengisi kekosongan hati Sharon dengan kelembutan, kemanjaan dan sayangnya.
Mereka bukan hanya dipenuhi dengan cinta tapi juga cemburu. Keduanya merupakan pencemburu. Kadang pertengkaran pun terjadi dan menjadi hebat karena kecurigaan dan ansumsi mereka yang bermain di kepala mereka. Belum lagi adanya bayangan masa lalu dari Sharon yang bersahabat dengan mantannya yang membuat Rendy marah, cemas dan sedih.
Tapi setiap persoalan mampu mereka atasi dan membuat mereka semakin melekat.
He's the one itulah yang selalu ada dipikiran Sharon.
Tapi Rendy dan Sharon lupa akan kenyataan yang membuat keduanya tidak bisa bersama.
Sharon dan Rendy fall in wrong place
Bersambung...:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar